KAIDAH PERTAMA

نَقُوْلُ فِي تَوْحِيْدِ اللهِ، مُعْتَقِدِيْنَ بِتَوْفِيْقِ اللهِ : أَنَّ اللهَ وَاحِدٌ لاَشَـرِيْكَ لَهُ

“Kami menyatakan tentang tauhid kepada Allah, berdasarkan keyakinan semata-mata berkat taufiq Allah : Sesungguhnya Allah itu Maha Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya”.

PENJELASAN

1.      Tauhid adalah seruan yang pertama kali disampaikan oleh setiap Nabi dan Rasul yang diutus Allah.

Allah Ta’ala Berfirman (artinya) :

“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Ilaah (yang berhak disembah) bagimu selain-Nya.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat). (QS Al A’raf 59)

“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Ilaah (yang berhak disembah) bagimu selain-Nya.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat)”. (QS Al A’raf 65)

 

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, (QS An Nahl 36) 

2.      Tauhid Rububiyyah adalah fithrah yang Allah ciptakan pada setiap manusia

Allah Ta’ala Berfirman (artinya) :

“Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi (tulang belakang) mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Rabbmu?” Mereka menjawab : “Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi.”(Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan : “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Rabb)”. Atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Allah sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu” (QS Al A’raf 172 -173)

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Dien Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) Dien yang lurus,  tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS Ar Ruum 30)

3.      Tauhid Uluhiyyah telah mencakup di dalamnya Tauhid Rububiyyah, Tauhid Uluhiyyah inilah yang diserukan oleh para Rasul yaitu hanya menyembah dan beribadah kepada Allah semata serta tidak mensekutukan-Nya dengan apapun juga.

4.      Orang-orang musyrik Arab juga mengakui (sebagian) Rububiyyah Allah, tetapi mereka belum dianggap bertauhid (Uluhiyyah)

“Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah.” Katakanlah : “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”. (QS Luqman 25)

“Katakanlah : “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak ingat?” (QS Al Mukminun 84-85)

5.      Nama-nama patung yang disembah orang musyrikin awalnya adalah nama orang-orang shalih

“Dan mereka berkata : “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) ilaah-ilaah kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr (QS Nuh 23)

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Abbas bahwa nama-nama itu asalnya adalah nama para orang shalih pengikut nabi Nuh yang kemudian dijadikan patung dan disembah

6.      Alasan orang-musyrik menjadikan patung-patung itu adalah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah

“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar”. (QS Az Zumar 3) 

7.      Seluruh isi Al Qur’an adalah Tauhid

  •  Jika berkaitan dengan nama, sifat dan perbuatan Allah,  maka itu adalah Tauhid ‘Ilmiy (keilmuan) dan Tauhid Khobary (berita/pemberitahuan)
  • Jika berisi seruan untuk beribadah hanya kepada Allah semata serta tidak mensekutukan Allah, maka itu adalah Tauhid Iradiy (yang berkaitan dengan iradah/keinginan dan niat) dan Tauhid Tholabiy (perintah)
  • Jika berkaitan dengan perintah, larangan dan ketaatan, maka itu adalah hak-hak dan penyempurna Tauhid
  • Jika berkaitan penghormatan dan karunia Allah kepada orang-orang yang bertauhid, maka itu adalah ganjaran Tauhid
  • Jika berkaitan siksa dan azab Allah kepada orang-orang musyrik, maka itu adalah ganjaran mereka yang menentang Tauhid

8.      Do’a Pagi dan Petang agar Tauhid kita tetap terjaga sepanjang hari

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا أَصْبَحَ وَإِذَا أَمْسَى : أَصْبَحْنَا (أَمْسَيْناَ) عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ الإِخْلاَصِ وَعَلَى دِينِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى مِلَّةِ أَبِينَا إِبْرَاهِيمَ حَنِيفاً مُسْلِماً وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِين َ  * صحيح رواه  أحمد

Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam setiap pagi dan petang senantiasa membaca : “Kami lewati pagi (sore) ini di atas fithrah Islam, di atas Kalimat Al Ikhlash (tauhid), di atas Dien Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam dan atas Millah Bapak kita Ibrahim, (Dien) yang lurus dan bukan termasuk orang-orang musyrik” (Hadits Shahih Riwayat Ahmad)

Penjelasan lebih lengkap Silahkan hadir dalam :

Kajian Rutin Bulanan (Tiap Sabtu Pekan Ke-3)

Hari/tgl : Sabtu, 15 Oktober 2011

Waktu : 19.30 – Selesai

Tempat : Masjid Darul Muttaqin Jl. Sidomukti, Tlogosari, Semarang

Pembicara : Abu Izzuddin Al Hazimi dari Magelang

Materi : Tahdzib Syarah Al Aqidah Ath Thahawiyyah (Syaikh Abu Basheer At Tarthusi)