KHUTBAH IED AL FITHRI 1432

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إن الحمد لله نحمده نستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أما بعد فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلي الله عليه وسلم وشر الأمور محدثاتها فإنكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار

 

Ma’asyirol Muslimin Rahimakumulloh

Tanpa terasa Ramadhan telah pergi meninggalkan kita. Bulan yang penuh berkah, nikmat, maghfiroh dan rahmat Allah itu telah berlalu meninggalkan kita. Bulan tarbiyah, bulan jihad, bulan Al Qur’an, bulan di mana manusia memperbanyak amalan dan memohon pengampunan baru akan datang setahun lagi. Para salaf –shahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in- tidak ada satu pun di antara mereka kecuali merasakan kesedihan yang mendalam saat menyadari bahwa Ramadhan sebentar lagi akan pergi. Salah satu di antara mereka bersyair :

Semoga Rahmat dan kasih sayang Allah selalu terlimpah setiap waktu

Atas kemulian Ramadhan yang sesaat lagi akan pergi dan berlalu

Selamat jalan wahai Ramadhan, engkau lah anugerah dari Allah yang Maha Pemurah lagi Penyayang

Jika aku harus berpisah dengan hari-harimu yang telah menawan jiwaku

Sungguh kesedihan atas kepergianmu tak akan pernah hilang dari hatiku 

Ma’asyirol Muslimin Rahimakumulloh

Bagi orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta selalu meneladani kehidupan para pendahulunya yang shalih (salafus shalih), kepergian Ramadhan tentu membuat kesan yang sangat mendalam di hati mereka, setelah sebulan penuh mereka mentarbiyah diri, jiwa dan raga mereka agar selalu menjaga ketaatan kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala, menahan diri dari godaan nafsu dan syahwat serta bersimpuh mengharapkan ampunan dan maghfiroh dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Rasanya sangat sayang jika shibghoh (celupan/pewarnaan) Allah selama Ramadahan ini hilang begitu saja seiring dengan perginya bulan mulia ini. Padahal Allah Subhaanahu Wa Ta’ala Berfirman :

“Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah ? Dan hanya kepada-Nya-lah kami beribadah” (QS Al Baqarah 138).

Untuk itulah perkenankan khatib mengingatkan diri khatib sendiri dan jama’ah sholat Ied semuanya  dengan beberapa poin penting berikut ini

1.      Ingatlah bahwa salafus shalih telah menjadikan semua bulan dalam satu tahun sama seperti Ramadhan sehingga sifat mereka dan kesungguhan mereka dalam beribadah tidak berbeda antara di luar Ramadhan ataupun selama Ramadhan. Lalu sudahkah kita berazzam dan meneguhkan niat untuk melanjutkan semua kebiasaan baik, amal ibadah dan ketaatan selama Ramadhan ini serta berbagai upaya kita untuk menahan nafsu dan menjauhi maksiat, lalu kita teruskan amal-amal shalih itu di bulan-bulan selanjutnya ?

Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman : 

“Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, niscaya Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaan mereka”. (QS Muhammad 17)

Jika dengan datangnya Ramadhan, kita telah siap menerima hidayah dari Allah, maka perginya Ramadhan tidak akan membuat kita kembali jauh dari hidayah-Nya.

2.      Ingatlah Bahwa Anda Telah Memohon Ampunan Kpd Allah Dan Berjanji Untuk Bertaubat Dan Berhenti Dari Maksiat

Sedangkan Allah Azza Wa Jalla Berfirman :

“Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah : “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shalih. Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran)”. (QS At Taubah 75 – 77) 

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”. (QS Ash Shoff 2 – 3)

3.      Ingatlah bahwa walaupun Ramadhan disebut dengan bulan taubat namun Allah akan terus menerima taubat hamba-Nya setiap saat dan pintu taubat tetap terbuka sepanjang tahun dan siapa pun yang mendekat kepadanya Allah akan lebih Mendekat lagi.

 “Katakanlah : “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Rabb mu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)”. (QS Az Zumar 53 – 54)

4.      Ingatlah bahwa ibadah puasa bukan hanya di Ramadhan, masih ada puasa Ayyamul Bidh, Senin Kamis, Puasa Dawud, Puasa Arafah. Bahkan agar kita tidak segera meninggalkan kebiasaan puasa ini, Allah sunnahkan kita berpuasa 6 hari di bulan Syawwal.

5.      Ingatlah bahwa walapun shalat tarawih berjama’ah memang hanya di Ramadhan, namun Allah perintahkan kita untuk sholat tahajud dan sholat sunnah lainnya setiap hari

 “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”. (QS Al Isra’ 79)

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar”. (QS Adz Dzariyat 17 – 18) 

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan”. (QS As Sajdah 16)

6.      Ingatlah bahwa kewajiban Infaq, shodaqoh bukan hanya selama Ramadhan

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (QS Ali Imron 133 – 134) 

7.      Ingatlah bahwa Allah masih akan terus Mengabulkan do’a kapan saja di mana saja, maka berdo’a dan memintalah kepada Allah, pasti akan Allah Kabulkan.

Dan Rabb-mu Berfirman : “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (enggan berdo’a kepadaku) mereka akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Ghafir/Al Mukmin 60) 

8.      Ingatlah bahwa Allah Memerintahkan para mukmin untuk menahan pandangan dan para wanita untuk menutup aurat bukan hanya di bulan Ramadhan, maka kalau bukan saat ini akan memulai menutup aurat, akan menunggu kapan lagi ?

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS An Nuur 30 – 31)

Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : “Ada dua golongan penduduk neraka yang aku belum pernah melihat mereka. Sekelompok orang yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk mencambuk manusia dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi (sebenarnya mereka) telanjang, mereka telah melanggar (larangan Allah) dan menyebabkan orang lain menyimpang, kepala mereka seperti punuk unta yang sempoyongan, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium bau surga sedangkan bau surga bisa tercium dari jarak sekian-sekian” (HR Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan “dari jarak limaratus tahun perjalanan”

Imam Nawawi menjelaskan bahwa makna “berpakaian tetapi telanjang” adalah : “menutupi sebagian badannya tetapi menampakkan bagian yang lain dengan tujuan menonjolkan dan mempertontonkan kecantikannya atau sejenisnya”  (Riyadhus Shalihin 581 -582)

9.      Ingatlah bahwa Allah Memerintahkan kita untuk membayar zakat fithrah sebagai penyempurna puasa kita di bulan Ramadhan. Zakat berarti mensucikan, sedangkan fithrah berarti kembali kepada kesucian. Zakat fithrah berarti mengeluarkan sebagian harta kita untuk mensucikan diri dan harta kita sehingga kita kembali kepada kesucian. Lalu masihkah kita akan kembali mengotori diri dan harta kita dengan kotoran-kotoran riba, suap, korupsi dan berbagai tindakan keji lainnya ?

Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : “Allah melaknat orang yang menyuap dan yang disuap”. (Shahih Riwayat Ibnu Hibban) dalam riwayat Imam Ahmad ditambahkan  : “dan juga yang menjadi perantara dari keduanya”.

Dari Abdullah bin Amr bin Ash, beliau berkata : “Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam melaknat orang yang menyuap dan yang disuap”. (Shahih Riwayat Al Hakim)

Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : “Penyuap dan yang disuap tempat mereka adalah neraka jahannam”. (HR Thabrani dengan periwayat yang terpercaya/tsiqah)

Abdullah bin Mas’ud  berkata : “Suap menyuap dalam masalah hukum adalah kekufuran (pelakunya bisa dikafirkan) sedangkan di kalangan orang biasa adalah dosa yang sangat keji”. (HR Thabrani dengan periwayat yang terpercaya/tsiqah)

Dari Abu Hurairah Radhiyallohu ‘Anhu Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :“Jauhilah oleh kalian tujuh hal yang pasti akan menghancurkan kalian ! Apakah tujuh hal itu ya Rasulullah ? : “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali atas dasar kebenaran (al haq),memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri pada saat perang berkecamuk, menuduh wanita muslimah berbuat zina” (HR. Bukhari & Muslim)

Dari Ibnu Abbas Radhiyallohu ‘Anhuma, Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda “Pintu masuk menuju riba lebih dari tujuh puluh buah, dan riba yang paling ringan,  (hukumnya) adalah sama seperti seorang laki-laki menyetubuhi ibunya sedangkan ia adalah seorang muslim”. (HR Al Baihaqi dalam Syu’abil Iman)

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahalAllah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabb-nya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”. (QS Al Baqarah 275) 

 Allah memusnahkan riba dan menyuburkan shodaqoh. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang terus-menerus dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa” (QS Al Baqarah 276)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya”.(QS Al Baqarah 277 – 279)

10.  Ingatlah bahwa bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur’an untuk dijadikan sebagai petunjuk, undang-undang dan aturan bagi kehidupan seluruh individu mukmin jika ia mengaku mukmin. Tidak terkecuali Presiden, Menteri, Jenderal, Gubernur maupun rakyat jelata.

Maka khatib ingatkan para penguasa negeri ini dari Presiden sampai dengan camat dan lurah, dari jenderal sampai kopral dengan firman-firman Allah berikut ini, semoga Allah memberi hidayah kepada mereka semua

“Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Hukum  dan undang-undang itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS Yusuf 40)

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?” (QS Al Maidah 50)

Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain ? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat”. (QS Al Baqarah 85)

Jika  kalian masih tetap bersikukuh dengan kesombongan kalian menolak syari’ah Allah, maka kami ingatkan kalian dengan ayat-ayat ini, semoga Allah memberi hidayah kepada kalian.

 “Sesungguhnya kamu (Muhammad) akan mati dan sungguh mereka akan mati (pula), kemudian di hari kiamat sesungguhnya kalian akan saling mengadakan persengketaan di sisi Rabb kalian.” (QS Az Zumar 30-31)

Ya kita akan bersengketa, kami di pihak yang berusaha melaksanakan hukum Allah Ta’ala yang di dunia ini dituduh sebagai penjahat, teroris atau julukan keji lainnya, sedangkan pemerintah ini dan aparat hukumnya berada di pihak yang bersikukuh menjalankan hukum thaghut dan memaksakan hukum itu kepada seluruh umat manusia di negeri milik Allah ini.

Mari kita bersama-sama menunggu putusan dan vonis Allah Rabbul ‘Alamin Penguasa alam semesta dan jagat raya ini, di akhirat kelak :

“Katakanlah : “Masing-masing (kita) sedang menunggu, maka tunggulah oleh kalian! Dan kelak kalian akan mengetahui siapa yang menempuh jalan yang lurus dan orang yang mendapatkan petunjuk.”(QS Thaha 135)

Katakanlah : “Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (hidup mulia dalam naungan syari’ah Allah atau mati syahid membela tegaknya syari’ah-Nya). Dan Kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu.” (QS At Taubah 52)

Sebagai penutup , marilah kita berdoa’a kepada Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala  :

“Ya Rabb kami terimalah dari kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Rabb kami, jadikanlah kami orang-orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”. (QS Al Baqarah 127 – 128)

“Ya Rabb kami, jadikanlah kami dan anak cucu kami orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Rabb kami, perkenankanlah doa kami.  Ya Rabb kami, beri ampunilah kami dan kedua ibu bapak kami dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”. (QS Ibrahim 40- 41)

“Ya Rabb kami hanya kepada Engkau lah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkau lah kami bertaubat dan hanya kepada Engkau lah kami kembali. Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami Ya Rabb kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS Al Mumtahanah 4 – 5)

“Ya Rabb kami, berikanlah kepada kami hikmah dan masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang shalih, (QS Asy Syu’ara’ 83) 

“Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan semua yang di alam ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Rabb kami, Sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, Maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. Ya Rabb kami, Sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Rabbmu”, Maka kamipun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak beribadah dan berbakti kepada-Mu. Ya Rabb kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan Rasul Rasul Mu. dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak akan menyalahi janji.”(QS Ali Imran 191 – 194)

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu; Karena Sesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi (karunia).

Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya. Sesungguhnya Allah tidak akan menyalahi janji” . (QS Ali Imran 8 – 9) 

Ya Rabb kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti pula Rasul-Mu, Karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi”. (QS Ali Imran 53) 

“Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum kafirin”. (QS Ali Imran 147) 

“Ya Rabb kami, keluarkanlah dan selamatkan kami dari negeri yang zhalim penduduknya ini, dan berilah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berilah kami penolong dari sisi-Mu !”. (QS An Nisa’ 75) 

“Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS Al A’raaf 23) 

“Ya Rabb kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)”. (QS Al A’raaf 126)

“Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (QS Al Kahfi 10)

“Ya Rabb kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, Sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. (QS  Al Furqon 65)

“Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS  Al Furqon 74)

“Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Hasyr 10)

“Ya Rabb kami, berilah kami petunjuk untuk mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau berikan kepada kami dan kepada ibu bapak kami dan supaya kami dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau Ridhai; berilah kebaikan kepada kami dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucu kami. Sesungguhnya kami bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya kami termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS Al Ahqaf 15)

Ya Allah, Ya Rabb Kami, Segala Puji Dan Kebesaran Hanya Milikmu, Ya Allah, Yang Maha Berkuasa Atas Segalanya, Yang Maha Besar Dan Maha Tinggi,

Kami Memohon Dari Kebesaranmu Dan Kekuatanmu, Ya Allah, Berilah Kemenangan Kepada Para Mujahidin Yang Ikhlas Di Jalanmu, Ya Allah, Semoga Engkau Senantiasa Di Sisi Mereka, Semoga Engkau Senantiasa Bersama Mereka, Berilah Kemenangan Kepada Mereka, Berilah Kekuatan Kepada Mereka,

Ya Allah, Semoga Engkau Senantiasa Membela, Memelihara Dan Melindungi Mereka, Ya Allah, Ya Rabb Kami, Satukan Hati, Pemikiran Dan Pandangan Mereka, Fokuskan  Perjuangan Mereka, Gabungkan Kekuatan Dan Hujah-Hujah Mereka.,

 

Ya Allah, Ya Rabb Kami, Kuasailah Musuh-Musuh Islam, Lemahkan Dan Kalahkanlah Musuh-Musuh Islam, , Pecah-Belahkan Kesatuan Musuh-Musuh Islam, ,

Ya Allah, Ya Rabb Kami Lunturkanlah Semangat Dan Moral Musuh-Musuh Islam, Lemahkan Kekuasaan Dan Cengkeraman Musuh-Musuh Islam, Lemahkanlah Ekonomi Musuh-Musuh Islam, Ya Allah, lontarkanlah Ketakutan Yang Amat Sangat Dalam Hati Musuh-Musuh Islam,

Ya Allah, Ya Rabb Kami, Nasib Kami Ditangan-Mu, Semua Urusan Kami Serahkan Kepada-Mu.

Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui Keadaan Kami Dan Apa Yang Telah terjadi pada kami, Tiada Satu Pun Terlindung Dari Pengetahuanmu,

Hanya Kepada Mu, Ya Allah…Hanya Kepada Mu, Ya Allah, Kami Mengadukan Ketidakadilan Dan Kezaliman Kaum Yang Menindas, Karena Engkau Sebaik-Baik Tempat Mengadu,

Hanya Kepada Mu, Ya Allah, Kami Mengadukan Kekejaman Orang-Orang Yang Jahil Dan membuat kerusakan di muka bumi ini, Karena Engkau Sebaik-Baik Tempat Mengadu, ,

Hanya Kepada Mu, Ya Allah, Kami Mengadukan Akan Penindasan Dan Penipuan Dari Agen-Agen Penjajah,

Hanya Kepada Mu, Ya Allah, Kami Mengadukan Ketidakadilan Dan Kekejaman Kaum Yahudi Dan Nasrani, Pendukung Dan Sekutu Mereka

Wahai Yang Maha Mendengar Doa,

Wahai Yang Maha Dekat, Wahai Yang Maha Mengabulkan Doa, hanya Kepada Mu Kami Memohon,

Kami Yakin Akan Janji-Janjimu, Dan Penerimaanmu Akan Doa-Doa Kami,

Sesungguhnya Engkau Telah Berfirman, Dan Firman-Mu Adalah haq

ادعوني استجب لكم

“Berdoalah Kepadaku Dan Aku pasti kabulkan Doa mu”,

Ya Allah, Perkenankanlah  Doa Kami Ini, Ya Allah, kabulkanlah permintaan Kami Ini,

Ya Allah, Ya Rabb Kami Ya Hayyu, Ya Qayyum, Ya Allah, Ya Rabb Kami Yang Maha Hidup, Yang Maha Berdiri Sendiri, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Menguasai Segala Yang Berada Di Langit Dan Di Bumi,

Ya Allah, Selamatkanlah Masjidil  Aqsa Dari Kekejaman Yahudi, Ya Allah, , Selamatkanlah Palestina Dari Kekejaman Yahudi, Ya Allah, Bebaskanlah Al Aqsa Dari Cengkaman Setiap Kafir Yang Dengki,

Ya Dzal Jalaali Wal Ikraam, Rabb Yang Memiliki Kebesaran Dan Kemuliaan,

Ya Allah, Lindungilah Dan jagalah Para Ulama’ Dan Para Pejuang Islam Yang Sentiasa Bekerja Keras Menegakkan Agama dan syari’ah Mu, bebaskanlah mereka dari penjara musuh-musuh Syari’ah Mu.

Ya Allah, Tetapkanlah Pendirian Dan Iman Mereka agar Ikhlas Mengajak Manusia Ke Jalan Mu

Ya Allah, Tingkatkanlah Derajat Mereka Yang Senantiasa Mengajak Manusia Mengerjakan Perkara yang Ma’ruf Dan Mencegah Manusia Melakukan kemungkaran.

Ya Allah hanya kepada-Mu kami mengadukan sedikitnya daya upaya kami dan lemahnya kekuatan kami.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ  وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ 

 Disampaikan pada Shalat Iedul Fithri 1 Syawwal 1432 di terminal Grabag Kabupaten Magelang

Al Faqiir Ilaa Maghfirati Rabbihil Qadir

Abu Izzuddin Al Hazimi