COBAAN DAN UJIAN ADALAH BUKTI KEIMANAN

Allah Azza wa Jalla Berfirman :

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آَمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi ? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (QS Al Ankabut 2 – 3)

 Rasulullah –shollallohu ‘alaihi wasallam- bersabda :

“Hampir-hampir kalian menjadi santapan bangsa-bangsa di dunia dari segala penjuru seperti hidangan  di atas meja yang sedang diperebutkan”.

 Seseorang bertanya : “Ya Rasulullah apakah karena jumlah kita waktu itu hanya sedikit ?” Beliau menjawab :“Bahkan kalian saat itu banyak sekali, akan tetapi kalian adalah buih seperti buih yang terseret arus air. Dan Allah telah menghilangkan rasa takut terhadap kalian dari dada musuh-musuh kalian lalu Allah melontarkan wahn ke dalam hati kalian”. 

Seseorang bertanya : “Apakah yang dimaksud dengan wahn itu?”. “Cinta dunia dan takut mati”(Shahih HR Abu Dawud) dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan “Cinta dunia dan takut berjihad”

Kepada semua umat Islam, sadarilah … bala’, cobaan dan ujian adalah sejarah dan kisah panjang yang terus terjadi sejak diturunkannya kalimat La ilaha illalloh ke muka bumi. Para Nabi dan orang-orang yang jujur imannya silih berganti menerima bala’ dan  ujian. Demikian juga dengan para pemimpin yang memegang  panji-panji Tauhid.

Oleh karena itu, siapa saja yang mengkonsentrasikan dirinya secara tulus untuk memikul kalimat Lâ ilâha illa `l-lôh dan membela serta ingin menegakkannya di muka bumi, ia harus mau menebus status mulia ini dengan menanggung beban-beban berat, yaitu kesusah-payahan, keletihan, dan bala’.

Lihatlah, di manakah posisi Anda pada jalan ini? Jalan ini adalah jalan yang karenanya Nabi Adamharus menanggung kepedihan. Nabi Nuh mengisi hidup penuh derai air mata. Sang kekasih Alloh,Ibrohim dilempar ke dalam api.  Nabi Ismail ditelentangkan untuk disembelih.  Nabi Yusuf dijual sebagai budak dengan harga murah, dan bertahun-tahun mendekam dalam  penjara. Nabi Zakariyadigergaji tubuhnya.  Nabi Yahya disembelih. Nabi Ayyub menderita penyakit kulit yang menjijikkan. Nabi Dawud menangis melebihi kebiasaan manusia biasa. Nabi Isa hidup dalam keterasingan.  DanNabi Muhammad hidup akrab dengan kemiskinan, penindasan dan berbagai intimidasi. 

Sementara itu, apakah kalian akan bersenang-senang dalam kelalaian dan senda gurau…!! Sesungguhnya Alloh Ta’ala menguji sebagian makhluk dengan makhluk yang lain, menguji orang beriman dengan orang kafir, sebagaimana menguji orang kafir dengan orang beriman. Ujian bala’ seperti ini adalah bagian yang menjadi jatah bersama bagi semua manusia.

“Maha Suci Alloh Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk  1- 2)                                                                

Rasulullah –shollallohu ‘alaihi wasallam- bersabda :

لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian benar-benar beriman…” (HR. Muslim)

Allah Azza wa Jalla Berfirman dalam Hadits Qudsy 

إِنَّمَا بَعَثْتُكَ لأَبْتَلِيَكَ وَأَبْتَلِىَ بِكَ

 “Sesungguhnya Aku mengutusmu, wahai Muhammad, untuk menguji dirimu dan menguji manusia denganmu.” (HR. Muslim)

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash beliau berkata : “Aku bertanya kepada Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam : “Ya Rasulallah, siapa manusia yang paling berat cobaannya ?”. Rasulullah menjawab : “Para Nabi lalu orang-orang shalih lalu  orang-orang yang mirip dengan mereka lalu yang mirip dengan mereka. Seseorang akan diuji sesuai dengan kualitas Dien nya, semakin kuat ia berpegang teguh dengan Dien nya, semakin berat cobaan dan ujian yang diterimanya. Sedangkan yang Dien nya biasa-biasa saja, maka ia diuji sebatas kualitas Dien nya itu.  Dan ujian itu akan terus menimpa seorang hamba sampai ia berjalan di atas bumi tanpa dosa”.  (HR Tirmidzi dengan derajat Hasan Shahih, Al Hakim dalam Al Mustadrak dan Ibnu Hibban dalam Shahih Ibnu Hibban)

“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung beratnya cobaan. Dan sesungguhnya Allah jika Mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan dan bala’ (HR. Tirmidzi, Hasan Shahih)

“Alangkah menakjubkannya kehidupan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya, dan itu tidak mungkin terjadi kecuali hanya pada seorang mukmin. Jika ia mendapatkan nikmat, ia bersyukur, jika ia mendapatkan ujian, ia bersabar, dan semua itu baik baginya” (HR Muslim)  

Syaqiq Al Balkhi berkata : “Barangsiapa yang mengetahui pahala Allah atas cobaan yang menimpanya, ia tidak akan punya keinginan untuk keluar dari cobaan itu”

HAKIKAT JIHAD

Allah Ta’ala mensyari’atkan Jihad untuk menyempurnakan syari’at-syari’at Dienul Islam dan mengangkat tinggi kedudukannya, sehingga menjadi puncak dari syari’ah-Nya. Dan dalam Jihad itu Allah jadikan cobaan dan ujian yang sangat tidak disukai nafsu manusia, lalu Ia jadikan Jihad sebagai permata iman dan mahkota tauhid. Sehingga tidak ada satu pun orang yang merindukan Jihad, kecuali jika di hatinya telah tertanam keimanan yang kokoh dan keilmuan yang dalam.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang nyata keimanannya (QS Al Hujurat 15)

Hakikat Jihad adalah penyerahan diri  dan nafsu kita sepenuhnya kepada Allah Ta’ala dengan melaksakan perintah-perintah-Nya dan yakin kepada janji-janji Nya. Dan itu tidak akan terjadi kecuali dengan ujian dan cobaan yang terbentang di atas jalan ini. Oleh karena itu Allah Ta’ala Berfirman :

“Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka dan memasukkan mereka ke dalam jannah yang telah diperkenankanNya kepada mereka”. (QS Muhammad 4 -6)

Sesungguhnya besarnya pahala tergantung beratnya cobaan. Dan sesungguhnya Allah jika Mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan dan bala’ (HR. Tirmidzi, Hasan Shahih)

Allahumma ahyinaa hayaatas su’adaa’ au amitna mautas syuhada’

“Ya Allah hidupkanlah kami dalam kehidupan para pemenang yang Engkau limpahi kebahagiaan, atau matikan kami sebagai para syuhada”

Allahumma ilaika asykuu dhu’fa quwwatinaa wa qillata hiilatina 

“Ya Allah hanya kepada-Mu aku mengadukan lemah kekuatan kami dan sedikitnya daya upaya kami”

اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ سَرِيعَ الْحِسَابِ ، اللَّهُمَّ اهْزِمِ الأَحْزَابَ ، اللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ  

“Ya Allah Yang Menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) Yang Maha Cepat Perhitungan (hisab) nya, Ya Allah hancurkanlah koalisi musuh-musuh (Mu), Ya Allah …luluh lantakkan dan hancur leburkan mereka. (HR Bukhari dan Muslim)