Titik Balik Pendukung Antara Polri & Baasyir

Copy paste dari http://situslakalaka.blogspot.com/2010/08/polri-vs-baasyir.html

Seandainya kita dihadapkan pada dua pilihan untuk mempercayai seseorang, orang pertama adalah keluarga yang amat dekat dengan kita namun sepanjang perjalanan hidup kita, dia terlalu banyak menyakiti hati kita dengan kebohongan dan pengkhianatan.

Orang kedua adalah seseorang yang bukanlah keluarga kita, namun sejak awal hubungan dimulai dia selalu bisa menjadi orang yang dapat dipercaya sedikitpun tak pernah mencoba mengkhianati dan mengecewakan kita, walaupun hubungan diantara kita tidak dapat dibilang lama.

Beberapa waktu kemudian, sang keluarga dekat kita mengatakan hal-hal yang baru tentang si teman baru kita, dan yang hal-hal yang dia katakan adalah hal-hal buruk. disisi lain tak ada satupun pernyataan keluarga dekat ini yang pernah terbukti dihadapan kita.

Lantas pada siapakah kita akan percaya, pada kata-kata sang keluarga dekat atau pada kenyataan tentang teman kita yang telah kita lihat sendiri?

Cerita diatas adalah analogi terhadap cerita antara POLRI dan Ustad Abu Bakar Ba’asyir.

POLRI adalah keluarga dekat kita sebagai warga negara, dialah yang menjadi contoh dan tauladan kita sebagai aparatur negara, dia bertugas menjaga dan menjauhkan kita dari segala bahaya. namun tak dapat dipungkiri, hati kita terlalu sakit oleh beberapa tindakannya, mulai dari kasus kecil seperti:

– pembuatan surat-surat administrasi seperti halnya SIM,

– pungutan liar saat berinteraksi dengan internal POLRI dalam berbagai hal,

– masih banyaknya calo yang bekerjasama dengan orang dalam POLRI,

– kasus suap-menyuap di tubuh POLRI seperti halnya kasus tilang yang kerap menimpa anda tanpa sebab, atau dengan sebab yang sama sekali tidak lucu

Sampai kasus besar yang sangat menusuk hati kita seperti :

– KKN yang sudah banyak terjadi dan terbukti,

– kasus salah tangkap orang-orang yang sebenarnya tidak bersalah,

– penganiayaan terhadap masyarakat,

– aksi bentrok antara POLRI dan TNI,

– aksi salah tembak yang menyebabkan orang yang tak bersalah jadi korban,

– rekening gemuk perwira POLRI, mafia kasus dan banyak lagi,

walaupun tak bisa kita PUKUL RATA bahwa semua anggota dan pejabat POLRI melakukan itu, namun hal inipun sudah tidak bisa dipungkiri, cukup membuat hati ini sesak dengan realita yang ada.

Pun kami tidak tahu bagaimana akhlak para pejabat dan anggota POLRI ini, belum ada jaminan dan bukti bahwa mereka berakhlak baik, namun sedikit banyak kasus-kasus diatas sudah bisa menggambarkan bagaimana kualitas akhlak para aparatur negara kita ini.

Di satu sisi Ustad ABB, adalah seorang ulama kharismatik yang tidak pernah sedikitpun selama umur hidupnya mencoba mencelakai negara ini (Baca: Skenario besar dan terselubung dibalik penangkapan Ustad Abu yang tak sekalipun terbukti), dan sudah barang tentu tak ada lagi yang meragukan kualitas akhlaknya, walaupun kita sebagai warga negara tak teralu merasakan kehadirannya dalam kehidupan, namun sedikitpun ia tidak pernah menyakiti hati kita, malah yang dia nampakkan adalah ittikad baiknya untuk masyarakat indonesia. perhatikan dan BACA kesalahannya yang tak pernah terbukti dan bagaimana skenario kuat yang melingkarinya.

Tiba-tiba saja POLRI yang merupakan aparatur negara yang bertugas melindungi negara mengatakan bahwa ustad ABB melakukan tindakan yang akan merugikan bangsa ini kami dihadapkan pada dua pilihan yang berat, apakah:

1. mempercayai POLRI yang merupakan aparatur negara yang bertugas melindungi negara ini atau

2. percaya pada Ustad ABB yang diberikan tuduhan yang selama umur hidupnya kami belum pernah melihat dia melakukan hal sejenis seperti itu.

Kami berusaha untuk mempercayai POLRI, namun perjalanan hidup dan sejarah interaksi kita dengan POLRI malah memberikan kesaksian yang berbeda, seolah-olah sejarah berkata bahwa kesaksian POLRI itu tidak benar. bagaimana bisa kami percaya dengan perkataan instansi yang sudah beberapa kali menyakiti hati kita dengan tindakannya? dan yang dituduhpun adalah orang yang selama hidupnya kami tidak pernah melihat dia melakukan perbuatan kecil ataupun besar untuk mencelakai negara ini.

Saya tidak ingin mengulas tentang ada atau tidaknya propaganda AS ataupun zionis disini, namun tanpa ada propaganda AS dan zionispun saya akan kesulitan untuk mempercayai POLRI saat ini. Selebihnya terserah Anda ??

Dan kami yakin banyak sekali tindakan menyakitkan Polri yang katanya pengayom masyarakat. Kita bisa lihat, dan buktikan hari ini, besok dan yang akan datang. Saya hanya berharap tulisan ini membuka mata hati anda para pejabat, aparat dan masyarakat. Anda orang merdeka dari sejak dilahirkan, tak bisa seorangpun merebut kemerdekaan anda, apalagi oleh undang undang yang bisa anda rubah sekehendak Hati Anda. Terbanglah, Tentukan pilihan anda.