Beranda

FATWA ASY SYAHID -KAMA NAHSABUH- ABDULLAH AZZAM TENTANG MU’AMMAR QADDAFY

Tinggalkan komentar

Berikut pertanyaan Asy Syahid –kamaa nahsabuh– Syaikh DR. Abdullah Azzam yang beliau tujukan kepada para para ulama tentang Qaddafy :

“Ketika anda bertanya kepada para ulama’ : “Apa yang kan kalian fatwakan terhadap Qaddafy yang tidak menyisakan satu pun pemuda muwahhid (yg teguh memegang tauhid) kecuali akan dijebloskan ke dalam penjara. ……………. Apa yang akan kalian fatwakan tentang orang ini (Qaddafy) yang telah nyata-nyata KAFIR kepada Allah senyata dan seterang siang hari serta ingkar kepada sunnah Rasulullah -shollallohu ‘alaihi wa sallam-. Apa yang akan kalian fatwkan wahai ulama yg mulia ?”

“Apakah dia masih MUSLIM ?”

“Saya tidak yakin ada agama yang mau menerima orang seperti ini yang kedzalimannya sudah di luar batas, dan barangsiapa yang mau menerima kedzaliman seperti ini, ia telah berdosa di dunia ini dan ia akan menerima adzabnya di akhirat kelak ”  (Syaikh Abdullah Azzam : “Al Jihad : Fiqhun Wa Ijtihadun hal 195 – 196)

Syaikh Mujahid Abu Mundzir As Saidy -hafizhohullah- pemimpin Al Jama’ah Al Islamiyyah Al Muqotilah Libya mengatakan tentang Undang-undang yang diterpkan di Libya oleh Qaddafy

يقول الشيخ أبو المنذر الساعدي: (ان النظام القائم في ليبيا نظام جاهلي كافر، ويجب على كل مسلم في ليبيا ان… يساهم في خلعه وقتاله بكل ما يقدر عليه من قتال فعلي، أو اعانة للمقاتلين، وان المتخلف عن هذا الفرض الرباني لغير عذر من مرض أو عمى أو عرج أو نحو ذلك، هو مرتكب لكبيرة من كبائر الذنوب، ومرتكب الكبيرة؛ فاسق).

وقال أيضاً حفظه الله: (وليحذر المسلمون في ليبيا من الوقوف في صف هذا الطاغوت، بسلاح أو قلم أو لسان، لأن الله تعالى يقول: {وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

“Sesungguhnya undang-undang yang diterapkan di Libya adalah undang-undang kafir jahiliyyah. Dan wajib bagi setiap muslim di Libya untuk memberikan kontribusinya dalam melenyapkan undang-undang ini serta berperang melawannya dengan semaksimal kemampuan yg mereka miliki, baik dengan jihad secara fisik, atau membantu para mujahidin. Dan bahwa siapa saja yang enggan melakukan kewajiban ini (menentang undang-undang kafir jahiliyyah) tanpa udzur seperti sakit, tuna netra atau lumpuh dsb, maka mereka telah melakukan salah satu di antara dosa yang besar dan tergolong dalam kelompok orang-orang fasik”.

Beliau menambahkan :

“Dan hendaklah kaum muslimin di Libya berhati-hatio dan waspada jangan sampai berada dalam shoff (barisan) yg membela Thoghut ini baik dengan senjata, dengan lisan, atau tulisan karena Allah Azza wa jalla berfirman (artinya) :

“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang dzalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan”. (QS Huud 113)

(Fatwa Haula Al Jihad fie Libya : Jama’ah Islamiyyah Muqotilah Libya)

Iklan

ربـاه بعناك النفوس بجنـــة

Tinggalkan komentar

ربـاه بعناك النفوس بجنـــة ∴ فاسكب الهي في الجهاد دمائي

فلقد احاطتني الذنوب ومـا لها ∴ إلا الشـهـادة كي تكفر ما بي

ربــاه ربــاه الشـهـادة ارتجــي ∴ فأجـب بفضلك يـا كريم دعائـي

Rabbi, t’lah kujual jiwaku dengan jannah-Mu

Maka biarkanlah darahku tertumpah dalam Jihad di Jalan-Mu

Sungguh diriku t’lah berlumur dosa dan kemaksiatan

dan hanya dengan syahid, semua itu akan terhapuskan

Rabbi, mati syahid adalah impianku yang tak pernah sirna

kabulkanlah do’aku Wahai Yang Maha Mulia

MU’AMMAR QADDAFY : MUSAILAMAH ABAD INI

Tinggalkan komentar

Saat ini Timur Tengah sedang bergolak, dan yang terbaru adalah tewasnya 84 orang demonstran oleh peluru ansharut thaghut dan Musaimalah modern, Mua’ammar Qaddafy. Agar umat Islam lebih mengetahui sepak terjang Thaghut yang satu ini dan agar umat jangan silau oleh “secuil” bantuan yang dialirkan untuk membangun Masjid Mu’ammar Qaddafy di Sentul (bekerjasama dengan Ustadz Arifin Ilham).

Jjuga agar jangan lagi ada umat Islam yang tertipu sehingga menyebut Musailamah ini dengan gelar Al Qaid Qaddafy (Qaddafy Sang Pemimpin) sebagaimana beberapa orang pernah menyebutnya, maka saya merasa perlu meng-upload tulisan pernah dimuat di surat pembaca Majalah Islam Sabili ini.

Tulisan ini saya nukil dan  saya terjemahkan dari buku karya  Syaikh Mujahid Abdurrahman Hasan yang berjudul ‘Qaddafy Musailamah al Ashr : Qaddafy, Musailamah Modern” dengan pengantar dari Syaikh Mujahid Abu Mundzir As Saidy Amir Jama’ah Jihadyah Libya :

BERIKUT BEBERAPA PENYIMPANGAN AQIDAH SANG MUSAILAMAH MODERN

1.       Tentang Haji tahun 1400 H

Haji tahun 1400 H ini hanya merupakan permainan tepuk tangan dan siulan belaka  sebagaimana pada zaman jahiliyyah. Karena itu, apa artinya haji tahun ini dan juga tahun-tahun selanjutnya jika pendudukan Amerika masih terus berlanjut di Baitullah Masjidil Haram ? (Khutbah Iedul Adha di kota Jadu 19 Oktober 1990)

2.       Tentang Ka’bah

“Ka’bah adalah berhala terakhir yang masih tersisa di antara berhala-berhala lainnya” (Pembukaan Majlis Ittihad Al Jami’at Al Arobiyyah di kota Benghazi 18 Februari 1990)

3.       Tentang Melontar Jumrah

“Kalian semua melontar jamarat ? Yang wajib saat ini bagi kalian adalah melempar Zionis yahudi di Palestina. Setiap seorang dari kita membawa tujuh batu lalu pergi ke Palestina dan melempar para Zionis itu. Inilah Jihad sesungguhnya, inilah melontar Jamarat yang sebenarnya. Apa artinya melontar tujuh batu ke arah sebuah tonggak ? Inilah ganti dari melontar Jamarat, inilah Haji yang sebenarnya di zaman ini”. (Pembukaan Muktamar II Qiyadah Sya’biyyah Al Alamiyyah di kota Benghazi Trablus 19 Maret 1990)

4.       Tentang Hijab

“Hawa telanjang bulat tanpa sehelai benang. Siapa yang lebih tahu dibandingkan Allah ? Allah menciptakan kita sejak awal seperti itu. Inilah fithrah kita. Kalau bukan karena setan, kita tidak memakai sehelai benang pun, bahkan meskipun sehelai daun blueberry (waraqah tuut). Setan lah yang menyebabkan kita harus memakai pakaian seperti ini. Sedangkan sebelum itu, secara naluriah kita ini telanjang. Hijab sendiri adalah hasil perbuatan setan karena hijab adalah bentuk lain dari daun blueberry, dan ini adalah hasil karya setan untuk mencegah kita dari kemerdekaan dan melangkah ke depan …. Tidak mungkin bagi wanita harus mengenakan hijab dan tinggal di rumah saja.  … haram…… hijab adalah hijab maknawi”. (Pidato di depan Parlemen Tunis 8 Desember 1988)

5.       Tentang Khulafaur Rasyidin

“Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa Sallam berlepas diri dari para Khalifah sepeninggal beliau. Ali menjadi Khalifah, tetapi mengapa ia diperangi oleh setengah dari kaum muslimin ? anak cucunya juga diperangi. Utsman tidak pantas sebagai Khalifah karena ia seorang aristokrat dan mengangkat kerabatnya sebagai pembantu-pembantunya. Ia telah menyebarkan nepotism ke seantero wilayah Islam sehingga ia dibunuh… “. (Multaqo II Universitas dan Ma’had Aly di Trablus 30 Maret 1991)

6.       Tentang Riba

“Sistem ekonomi adalah sistem yang sudah mendunia. Dunia Islam seluruhnya menerapkan sistem ini. Jika mereka semua menerapkannya, maka kita juga. Siapa yang bilang haram ? Tidak haram. Tidak benar bahwa sistem ekonomi dunia saat ini adalah haram”. (Muktamar Wartawan se-dunia, 13 Juni 1973. Ini adalah jawaban atas pertanyaan seorang wartawan Reuter cabang Mesir tentang riba)

7. Tentang Hadits Nabi Shollallohu ‘alaihi wa Sallam (bukti bahwa Qaddafi adalah penganut Madzhab Ingkarus Sunnah)

”Jika ada seseorang berkata kepada kita  : ”Hadits Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa Sallam harus kita muliakan dan kita hormati serta wajib disikapi sebagaimana kita  bersikap terhadap Al Qur’an,  INI ADALAH SYIRIK !!!! Mungkin ucapan saya ini kedengaran asing. Ini disebabkan saat ini kita sudah sangat jauh dari Islam, dan kita sedang berada di tengah jalan menuju penyembahan berhala dan menjauhkan kita dari Al Qur’an dan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka tidak ada jalan lain agar kita tidak terjerumus dalam penyembahan berhala dan penyimpangan yang sangat berbahaya kecuali dengan cara berpegang teguh kepada Al Qur’an saja dan beribadah kepada Allah semata”.(Ceramah pada acara Maulid Nabi di  Masjid Maulawi Muhammad di kota Trablus 19 Februari 1978)   

8.       Tentang Syari’ah Islam

“…… oleh karena itu Syari’ah Islam seharusnya cukup disikapi sebagai sebuah Madzhab Fiqh yang disusun oleh seseorang. Kedudukannya sama dengan undang-undang Romawi atau undang-undang Napoleon atau undang-undang lainnya  yang disusun oleh para ahli hukum Perancis, Italia atau dari kaum muslimin ………………….. Maka siapa saja yang mempelajari undang-undang Romawi pasti akan menyimpulkan bahwa para ulama Islam menyusun undang-undang yang sangat mirip dengan undang-undang Romawi, akan tetapi mereka tidak mau mengakuinya. Mereka menyatakan bahwa ini adalah Agama (syari’ah Islam)”. (Pertemuan ramah tamah dengan para huffadz Al Qur’an di kota Trablus 3 Juni 1978)

9.       Tentang Pengakuannya Sebagai Nabi

Dalam sebuah wawancara dengan Mirella Bianco, seorang wartawati dari Italia yang bertanya kepadanya : “ Wahai Nabi Allah … apakah engkau juga menggembala kambing ?”. Qaddafi menjawab :“Ya, tentu…. Tidak ada satu Nabi pun yang tidak menggembala kambing”. (“Qaddafi : Messenger of Dessert”  tulisan  Mirella Bianco halaman 241)

Inilah Qaddafi yang sesungguhnya, maka tidak usah terkejut kalau sekarang ia mengatakan tidak perlu jihad Chechnya, Mindanao, Dagestan dsb sebagaimana dikutip dalam majalah Sabili.

Mungkin ada yang mengatakan itu kan pernyataan Qaddafi puluhan tahun yang lalu. Siapa tahu sekarang ia sudah berubah. Saya katakan, seseorang yang bertaubat dari kesesatan yang pernah dia ajarkan pasti akan mengoreksi pernyataannya yang sesat dan mengingatkan umat Islam agar jangan lagi mengikuti pendapatnya tersebut.

Sebagaimana dilakukan oleh Syaikh Abul Hasan Al Asy’ari yang telah bertaubat dari kesesatan Aqidah Asy’ariyyah yang beliau ajarkan dan menulis kitab Al Ibanah ‘an Ushulid Diyanah. Sedangkan Qaddafi, sampai saat ini pun kita bisa melihat bagaimana kesesatannya dan ia belum pernah menyatakan bertaubat atau mengakui kesalahan pendapatnya.

Wallohu Jalla wa ‘Alaa a’lam

Wasiat Asy Syahid –kama nahsabuh- Abu Mus’ab Az Zarqowy, Rahimahullah

Tinggalkan komentar

COBAAN DAN UJIAN ADALAH BUKTI KEIMANAN

Allah Azza wa Jalla Berfirman :

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آَمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi ? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (QS Al Ankabut 2 – 3)

 Rasulullah –shollallohu ‘alaihi wasallam- bersabda :

“Hampir-hampir kalian menjadi santapan bangsa-bangsa di dunia dari segala penjuru seperti hidangan  di atas meja yang sedang diperebutkan”.

 Seseorang bertanya : “Ya Rasulullah apakah karena jumlah kita waktu itu hanya sedikit ?” Beliau menjawab :“Bahkan kalian saat itu banyak sekali, akan tetapi kalian adalah buih seperti buih yang terseret arus air. Dan Allah telah menghilangkan rasa takut terhadap kalian dari dada musuh-musuh kalian lalu Allah melontarkan wahn ke dalam hati kalian”. 

Seseorang bertanya : “Apakah yang dimaksud dengan wahn itu?”. “Cinta dunia dan takut mati”(Shahih HR Abu Dawud) dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan “Cinta dunia dan takut berjihad”

Kepada semua umat Islam, sadarilah … bala’, cobaan dan ujian adalah sejarah dan kisah panjang yang terus terjadi sejak diturunkannya kalimat La ilaha illalloh ke muka bumi. Para Nabi dan orang-orang yang jujur imannya silih berganti menerima bala’ dan  ujian. Demikian juga dengan para pemimpin yang memegang  panji-panji Tauhid.

Oleh karena itu, siapa saja yang mengkonsentrasikan dirinya secara tulus untuk memikul kalimat Lâ ilâha illa `l-lôh dan membela serta ingin menegakkannya di muka bumi, ia harus mau menebus status mulia ini dengan menanggung beban-beban berat, yaitu kesusah-payahan, keletihan, dan bala’.

Lihatlah, di manakah posisi Anda pada jalan ini? Jalan ini adalah jalan yang karenanya Nabi Adamharus menanggung kepedihan. Nabi Nuh mengisi hidup penuh derai air mata. Sang kekasih Alloh,Ibrohim dilempar ke dalam api.  Nabi Ismail ditelentangkan untuk disembelih.  Nabi Yusuf dijual sebagai budak dengan harga murah, dan bertahun-tahun mendekam dalam  penjara. Nabi Zakariyadigergaji tubuhnya.  Nabi Yahya disembelih. Nabi Ayyub menderita penyakit kulit yang menjijikkan. Nabi Dawud menangis melebihi kebiasaan manusia biasa. Nabi Isa hidup dalam keterasingan.  DanNabi Muhammad hidup akrab dengan kemiskinan, penindasan dan berbagai intimidasi. 

Sementara itu, apakah kalian akan bersenang-senang dalam kelalaian dan senda gurau…!! Sesungguhnya Alloh Ta’ala menguji sebagian makhluk dengan makhluk yang lain, menguji orang beriman dengan orang kafir, sebagaimana menguji orang kafir dengan orang beriman. Ujian bala’ seperti ini adalah bagian yang menjadi jatah bersama bagi semua manusia.

“Maha Suci Alloh Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk  1- 2)                                                                

Rasulullah –shollallohu ‘alaihi wasallam- bersabda :

لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian benar-benar beriman…” (HR. Muslim)

Allah Azza wa Jalla Berfirman dalam Hadits Qudsy 

إِنَّمَا بَعَثْتُكَ لأَبْتَلِيَكَ وَأَبْتَلِىَ بِكَ

 “Sesungguhnya Aku mengutusmu, wahai Muhammad, untuk menguji dirimu dan menguji manusia denganmu.” (HR. Muslim)

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash beliau berkata : “Aku bertanya kepada Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam : “Ya Rasulallah, siapa manusia yang paling berat cobaannya ?”. Rasulullah menjawab : “Para Nabi lalu orang-orang shalih lalu  orang-orang yang mirip dengan mereka lalu yang mirip dengan mereka. Seseorang akan diuji sesuai dengan kualitas Dien nya, semakin kuat ia berpegang teguh dengan Dien nya, semakin berat cobaan dan ujian yang diterimanya. Sedangkan yang Dien nya biasa-biasa saja, maka ia diuji sebatas kualitas Dien nya itu.  Dan ujian itu akan terus menimpa seorang hamba sampai ia berjalan di atas bumi tanpa dosa”.  (HR Tirmidzi dengan derajat Hasan Shahih, Al Hakim dalam Al Mustadrak dan Ibnu Hibban dalam Shahih Ibnu Hibban)

“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung beratnya cobaan. Dan sesungguhnya Allah jika Mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan dan bala’ (HR. Tirmidzi, Hasan Shahih)

“Alangkah menakjubkannya kehidupan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya, dan itu tidak mungkin terjadi kecuali hanya pada seorang mukmin. Jika ia mendapatkan nikmat, ia bersyukur, jika ia mendapatkan ujian, ia bersabar, dan semua itu baik baginya” (HR Muslim)  

Syaqiq Al Balkhi berkata : “Barangsiapa yang mengetahui pahala Allah atas cobaan yang menimpanya, ia tidak akan punya keinginan untuk keluar dari cobaan itu”

HAKIKAT JIHAD

Allah Ta’ala mensyari’atkan Jihad untuk menyempurnakan syari’at-syari’at Dienul Islam dan mengangkat tinggi kedudukannya, sehingga menjadi puncak dari syari’ah-Nya. Dan dalam Jihad itu Allah jadikan cobaan dan ujian yang sangat tidak disukai nafsu manusia, lalu Ia jadikan Jihad sebagai permata iman dan mahkota tauhid. Sehingga tidak ada satu pun orang yang merindukan Jihad, kecuali jika di hatinya telah tertanam keimanan yang kokoh dan keilmuan yang dalam.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang nyata keimanannya (QS Al Hujurat 15)

Hakikat Jihad adalah penyerahan diri  dan nafsu kita sepenuhnya kepada Allah Ta’ala dengan melaksakan perintah-perintah-Nya dan yakin kepada janji-janji Nya. Dan itu tidak akan terjadi kecuali dengan ujian dan cobaan yang terbentang di atas jalan ini. Oleh karena itu Allah Ta’ala Berfirman :

“Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka dan memasukkan mereka ke dalam jannah yang telah diperkenankanNya kepada mereka”. (QS Muhammad 4 -6)

Sesungguhnya besarnya pahala tergantung beratnya cobaan. Dan sesungguhnya Allah jika Mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan dan bala’ (HR. Tirmidzi, Hasan Shahih)

Allahumma ahyinaa hayaatas su’adaa’ au amitna mautas syuhada’

“Ya Allah hidupkanlah kami dalam kehidupan para pemenang yang Engkau limpahi kebahagiaan, atau matikan kami sebagai para syuhada”

Allahumma ilaika asykuu dhu’fa quwwatinaa wa qillata hiilatina 

“Ya Allah hanya kepada-Mu aku mengadukan lemah kekuatan kami dan sedikitnya daya upaya kami”

اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ سَرِيعَ الْحِسَابِ ، اللَّهُمَّ اهْزِمِ الأَحْزَابَ ، اللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ  

“Ya Allah Yang Menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) Yang Maha Cepat Perhitungan (hisab) nya, Ya Allah hancurkanlah koalisi musuh-musuh (Mu), Ya Allah …luluh lantakkan dan hancur leburkan mereka. (HR Bukhari dan Muslim)

Pilih Mana : Percaya Sama Polisi Atau Ustadz Ba’asyir ?

Tinggalkan komentar

Titik Balik Pendukung Antara Polri & Baasyir

Copy paste dari http://situslakalaka.blogspot.com/2010/08/polri-vs-baasyir.html

Seandainya kita dihadapkan pada dua pilihan untuk mempercayai seseorang, orang pertama adalah keluarga yang amat dekat dengan kita namun sepanjang perjalanan hidup kita, dia terlalu banyak menyakiti hati kita dengan kebohongan dan pengkhianatan.

Orang kedua adalah seseorang yang bukanlah keluarga kita, namun sejak awal hubungan dimulai dia selalu bisa menjadi orang yang dapat dipercaya sedikitpun tak pernah mencoba mengkhianati dan mengecewakan kita, walaupun hubungan diantara kita tidak dapat dibilang lama.

Beberapa waktu kemudian, sang keluarga dekat kita mengatakan hal-hal yang baru tentang si teman baru kita, dan yang hal-hal yang dia katakan adalah hal-hal buruk. disisi lain tak ada satupun pernyataan keluarga dekat ini yang pernah terbukti dihadapan kita.

Lantas pada siapakah kita akan percaya, pada kata-kata sang keluarga dekat atau pada kenyataan tentang teman kita yang telah kita lihat sendiri?

Cerita diatas adalah analogi terhadap cerita antara POLRI dan Ustad Abu Bakar Ba’asyir.

POLRI adalah keluarga dekat kita sebagai warga negara, dialah yang menjadi contoh dan tauladan kita sebagai aparatur negara, dia bertugas menjaga dan menjauhkan kita dari segala bahaya. namun tak dapat dipungkiri, hati kita terlalu sakit oleh beberapa tindakannya, mulai dari kasus kecil seperti:

– pembuatan surat-surat administrasi seperti halnya SIM,

– pungutan liar saat berinteraksi dengan internal POLRI dalam berbagai hal,

– masih banyaknya calo yang bekerjasama dengan orang dalam POLRI,

– kasus suap-menyuap di tubuh POLRI seperti halnya kasus tilang yang kerap menimpa anda tanpa sebab, atau dengan sebab yang sama sekali tidak lucu

Sampai kasus besar yang sangat menusuk hati kita seperti :

– KKN yang sudah banyak terjadi dan terbukti,

– kasus salah tangkap orang-orang yang sebenarnya tidak bersalah,

– penganiayaan terhadap masyarakat,

– aksi bentrok antara POLRI dan TNI,

– aksi salah tembak yang menyebabkan orang yang tak bersalah jadi korban,

– rekening gemuk perwira POLRI, mafia kasus dan banyak lagi,

walaupun tak bisa kita PUKUL RATA bahwa semua anggota dan pejabat POLRI melakukan itu, namun hal inipun sudah tidak bisa dipungkiri, cukup membuat hati ini sesak dengan realita yang ada.

Pun kami tidak tahu bagaimana akhlak para pejabat dan anggota POLRI ini, belum ada jaminan dan bukti bahwa mereka berakhlak baik, namun sedikit banyak kasus-kasus diatas sudah bisa menggambarkan bagaimana kualitas akhlak para aparatur negara kita ini.

Di satu sisi Ustad ABB, adalah seorang ulama kharismatik yang tidak pernah sedikitpun selama umur hidupnya mencoba mencelakai negara ini (Baca: Skenario besar dan terselubung dibalik penangkapan Ustad Abu yang tak sekalipun terbukti), dan sudah barang tentu tak ada lagi yang meragukan kualitas akhlaknya, walaupun kita sebagai warga negara tak teralu merasakan kehadirannya dalam kehidupan, namun sedikitpun ia tidak pernah menyakiti hati kita, malah yang dia nampakkan adalah ittikad baiknya untuk masyarakat indonesia. perhatikan dan BACA kesalahannya yang tak pernah terbukti dan bagaimana skenario kuat yang melingkarinya.

Tiba-tiba saja POLRI yang merupakan aparatur negara yang bertugas melindungi negara mengatakan bahwa ustad ABB melakukan tindakan yang akan merugikan bangsa ini kami dihadapkan pada dua pilihan yang berat, apakah:

1. mempercayai POLRI yang merupakan aparatur negara yang bertugas melindungi negara ini atau

2. percaya pada Ustad ABB yang diberikan tuduhan yang selama umur hidupnya kami belum pernah melihat dia melakukan hal sejenis seperti itu.

Kami berusaha untuk mempercayai POLRI, namun perjalanan hidup dan sejarah interaksi kita dengan POLRI malah memberikan kesaksian yang berbeda, seolah-olah sejarah berkata bahwa kesaksian POLRI itu tidak benar. bagaimana bisa kami percaya dengan perkataan instansi yang sudah beberapa kali menyakiti hati kita dengan tindakannya? dan yang dituduhpun adalah orang yang selama hidupnya kami tidak pernah melihat dia melakukan perbuatan kecil ataupun besar untuk mencelakai negara ini.

Saya tidak ingin mengulas tentang ada atau tidaknya propaganda AS ataupun zionis disini, namun tanpa ada propaganda AS dan zionispun saya akan kesulitan untuk mempercayai POLRI saat ini. Selebihnya terserah Anda ??

Dan kami yakin banyak sekali tindakan menyakitkan Polri yang katanya pengayom masyarakat. Kita bisa lihat, dan buktikan hari ini, besok dan yang akan datang. Saya hanya berharap tulisan ini membuka mata hati anda para pejabat, aparat dan masyarakat. Anda orang merdeka dari sejak dilahirkan, tak bisa seorangpun merebut kemerdekaan anda, apalagi oleh undang undang yang bisa anda rubah sekehendak Hati Anda. Terbanglah, Tentukan pilihan anda.

Buku Putih Kerusuhan Temanggung

Tinggalkan komentar

BUKU PUTIH

Terkait Kerusuhan di Temanggung

Selasa, 8 Februari 2011

FUIB (Forum Umat Islam Bersatu)

Jl. MT Haryono 50 Temanggung

Mukadimah

Sehubungan dengan peristiwa kerusuhan berlatar belakang penistaan agama di Temanggung pada hari Selasa, 8 Februari 2011, muncullah pemberitaan di media baik elektronik maupun surat kabar yang tidak seimbang. Dalam hal ini ummat Islam sangat dirugikan karena pemberitahuan tersebut menempatkan ummat Islam sebagai pelaku atas semua kerusuhan yang terjadi. Sehingga umat Islam Temanggung yang faktanya adalah sebagai KORBAN penistaan agama, justru menjadi pihak yang TERTUDUH.

Atas dasar kenyataan tersebut, perlu dibuat upaya pelurusan berita dengan data-data yang akurat dan obyektif baik di lapangan, maupun melalui saksi-saksi yang secara langsung melihat dan mengalami peristiwa tersebut. Maka perlu dllahirkan sebuah BUKU PUTIH untuk mengakomodasi data-data itu semua, demi menjaga ketertiban dan keamanan, khususnya di Temanggung dan sekitarnya, serta umumnya di seluruh wilayah NKRI.

KRONOLOGI

  • Pada tanggal 23 Oktober 2010, Antonius Richmond Bawengan yang merupakan warga Duren Sawit, Jakarta Timur diketahui tertangkap tangan menyebarkan selebaran yang berisi penistaan agama. Salah satu selebaran itu diletakkan di depan rumah warga dusun Kenalan desa Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah, yang bernama H Bambang Suryoko.
  • Warga yang mengetahui perbuatan Richmond, bersama pengurus RT yang bernama Bp. Fatchurrozi (Fauzi), yang juga anggota Polsek Kaloran, langsung melaporkannya ke Polsek Kranggan, kemudian dilimpahkan ke Polres Temanggung.
  • Pada tanggal 21 November 2010. Oleh Kejaksaan Negeri Temanggung, berkas pemeriksaan sudah dinyatakan P21 (lengkap).
  • Sidang pertama digelar pada tanggal 13 Januari 2011 dengan agenda pembacaan dakwaan.
  • Sidang kedua digelar pada tanggal 20 Januari 2011 dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi
  • Sidang ketiga digelar pada tanggal 27 Januari 2011, dengan agenda pemeriksaan dua orang saksi dan seorang saksi ahli.
  • Sidang keempat digelar pada tanggal 8 Februari 2011, dengan agenda pembacaan tuntutan.
  • Pada sidang keempat setiap pengunjung sidang yang masuk ke area Pengadilan Negeri Temanggung diperiksa oleh petugas, untuk memastikan tidak adanya benda-benda terlarang yang mereka bawa ke area tersebut.
  • Setelah pembacaan tuntutan, massa mulai gelisah, hakim meninggalkan ruangan tanpa sepatah kata pun, dan tersangka diamankan oleh aparat. Hal itu mengakibatkan suasana menjadi lebih gelisah dan massa menjadi tidak terkendali.
  • Kemudian beberapa tokoh ulama berusaha menenangkan pengunjung sidang. Diantara tokoh tersebut adalah KH Syihabuddin (pengasuh Ponpes Wonoboyo) dan KH Rofi’I (pengasuh Ponpes Di Kemuning).
  • Setelah sekitar 30 menit kemudian sidang dilanjutkan dengan agenda pembacaan vonis, tanpa pledoi terlebih dahulu. Hakim memutuskan hukuman 5 (lima) tahun penjara, sesuai denga tuntutan jaksa.
  • Dalam suasana ketegangan tersebut, beberapa orang melarang penggunaan kamera, baik yang dibawa wartawan maupun warga, sehingga massa pun terprovokasi menjadi lebih emosional. Apalagi sidang sebelumnya ada insiden pemukulan terhadap seorang pengunjung yang dilakukan oleh seorang Polisi bernama Kurniawan.
  • Ada provokasi sekolompok orang yang memecah kaca di Pengadilan Negeri Temanggung. Suasana pun semakin ricuh. Aksi pecah kaca pun kemudian berlanjut, dilakukan oleh orang-orang yang tidak dikenal, diikuti pembakaran ban di tiga titik di lingkungan Pengadilan. Tidak diketahui dari mana ban itu masuk. Padahal, sebelum masuk halaman pintu gerbang timur Pengadilan (hanya satu pintu gerbang yang dibuka), setiap pengunjung sudah diperiksa dengan seksama oleh petugas menggunakan metal detector
  • Di depan tokoh-tokoh masyarakat yang terdiri dari para ustadz dan kyai yang sedang melihat jalannya sidang, dilemparkanlah gas air mata kemudian diikuti oleh suara tembakan. Menurut saksi mata, tidak ada tembakan peringatan terlebih dahulu.
  • Korban yang berhasil diketahui sampai saat ini ada 9 orang, dilarikan di Rumah Sakit. Empat orang diantaranya yang masih dalam perawatan adalah:
  1. Sholahuddin, 40 tahun. Putra pengasuh Ponpes Al-Munawar, Kertosari Temanggung. Luka tembak di kepala, dengan enam jahitan.
  2. Roy Hanif, 15 tahun. Asal Gandurejo, Ngablak, Magelang. Luka tembak di kepala dan pelipis kiri, bahu sebelah kiri berubah bentuk, dicurigai patah tulang.
  3. Suparman, 28 tahun. Luka 3 cm di daerah mata sebelah kiri.
  4. Madyo, 48 tahun. Asal Braol, Campursari, Ngadirejo, Temanggung. Korban dilempar batu dari jarak dekat oleh personil Brimob di taman kartini, depan stadion Bumi Phala, sekitar 300 meter dari pengadilan. Mengalami patah tulang di kaki sebelah kanan dan harus dioperasi.
  • Semua korban tersebut berobat atas biaya sendiri.
  • Kegelisahan massa semakin menjadi-jadi ketika putra pengasuh pondok Al-Munawwar Kertosari jatuh terkena tembakan, dan diisukan sampai meninggal dunia.
  • Pengunjung sidang dikejar-kejar polisi. Selain mengejar pengunjung, beberapa polisi juga merusak puluhan sepeda motor pengunung yang diparkir di seberang jalan Pengadilan Negeri.
  • Sebagian pengurus Forum Umat Islam Bersatu berlindung masuk ke Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah (PAY) dan menutup gerbang panti PAY untuk mengantisipasi masuknya orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
  • Namun polisi masih tetap mengejar mereka . di depan pintu gerbang PAY, polisi mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas “Neng kene celeng, asu PKI kabeh, pateni wae” (Di sini banyak babi hutan, anjing, saya bunuh”. Polisi melemparkan gas air mata tiga kali ke halaman PAY
  • Setelah terjadi negosiasi antara pimpinan massa dan polisi akhirnya pemilik motor diperbolehkan mengambil motor. Namun mereka terlebih dahulu dipukuli dan diambil gambar motor dan pemiliknya. Saat itu polisi juga bertakbir dan berkata : “Polisi juga Islam”. Takbir dilafazkan secara cengengesan sambil memukuli massa yang kelihatan mempunyai jenggot.
  • Sekelompok orang yang tidak di kenal di depan BPR Surya Yudha mengajak massa untuk melanjutkan aksi ke Parakan dan membakar gereja. Provokator serupa juga ada di sebelah barat. Sambil mengatakan “munafik” ke orang-orang yang tidak mau mengikutinya. Mereka terus mengajak massa untuk membakar gereja. Massa diam tidak bergerak mengikuti mereka. Lalu beberapa saat pembakaran gereja benar-benar terjadi. Tidak diketahui siapa kelompok yang membakar gereja tersebut.
  • Beberapa saksi melihat di dalam gereja sudah ada beberapa orang yg ikut memprovokasi massa untuk merusak gereja dengan memulai pelemparan. Ketika ditanya identitasnya, orang-orang tersebut tetap tidak menunjukkan, bahkan mereka langsung lari menghilang.
  • Saksi lain melihat ada orang bercadar sudah berada di dalam gereja pantekosta. Setelah gereja terbakar orang itu belari keluar sambil mencopot cadarnya dan bergabung dengan massa penonton.
  • Berdasarkan pantuan saksi di lapangan, beberapa orang tak dikenal mengajak masa untuk membakar gereja. Anehnya, gaya bicara orang tersebut menggunakan dialek luar Jawa. Hal serupa juga terjadi ketika ada isu Sholahuddin, korban putra pengasuh PP. Al-Munawaar, meninggal dunia. Ajakan provokasi itu disampaikan secara sporadis, singkat, habis itu orang tersebut menghilang.

KESIMPULAN

  • Adanya kesengajaan untuk memantik kemarahan massa dengan pelemparan gas air matadi depan para ustadz dan kyai.
  • Kerusuhan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada kelompok tertentu yang memang merencanakannya.
  • Setiap pengunjung yang masuk ke halaman Pengadilan Negeri Temanggung harus diperiksa dengan ketat oleh petugas Polri sehingga sangat aneh ketika terjadi pembakaran ban di halaman Pengadilan Negeri Temanggung. Siapa yang melakukannya ? Siapa yang meloloskannya sehingga ban yang ukurannya sangat besar bias masuk ?
  • Salah satu pemicu kemarahan massa adalah ketidakadilan hokum dalam penanganan kasus ini
  • Apa yang telah dilakukan oleh Antonius Richmon Bawengan oleh Antonius richmon Bawengan adalah perbuatan yang sangat berbahaya, sangat potensial untuk memecah belah sendi-sendi kehidupan bermasyarakat bahkan bias menyebabkan disintegrasi Negara Kesatuan republic Indonesia. Dan Antonius Richmon Bawengan terbukti memperlihatkan militansinya dan sangat terlatih untuk melakukan penistaan agama semacam ini. Penampilannya sangat tenang, SAMA SEKALI TIDAK MERASA BERSALAH dan dengan percaya diri menolak untuk didampingi pengacara. Bahkan informasi sementara yang kami himpun, ada indikasi kuat bahwa Antonius Richmon Bawengan juga melakukan aksi serupa di Poso yang memicu kerusuhan Poso, sebelum di temanggung. Namun Polri hanya mau menyelidiki apa yang telah dikerjakan oleh Antonius Richmon Bawengan di temanggung saja, tanpa mau menyelidiki latar belakangnya, latar belakang pendidikannya, organisasi yang memback up nya, siapa pendukung dananya, siapa aktor intelektual yang ada di baliknya. Padahal Forum Umat Islam Bersatu sangat yakin polisi punya kemampuan untuk mengungkap semuanya. Sikap polisi semacam ini akan memicu Antonius Richmon Bawengan untuk berbuat serupa di tempat lain.
  • Ada proses peradilan yang dilanggar sehingga berpotensi menjadikan terdakwa terbebas dari semua dakwaan ketika melakukan Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung. Pelanggaran tersebut adalah
  1. Tidak adanya pengacara yang mendampingi terdakwa padahal ancaman hukumannya 5 (lima) tahun. Apakah ini kelalaian atau kesengajaan yang dilakukan oleh Majelis hakim PN Temanggung dalam upaya untuk membebaskan Antonius Richmon Bawengan melalui PK-nya nanti ?
  2. Sidang pembacaan tuntutan oleh jaksa itu tidak jelas statusnya, karena hakim meninggalkan ruang siding begitu saja, tanpa ada sepatah kata pun.

SERUAN

  • Forum Umat Islam Bersatu mendesak kepada kapolri untuk mencopot Kapolda jawa Tengah dan Kapolres temanggung karena tidak bias menjalankan deteksi dini, tidak mampu mengantisipasi kerusuhan, tidak bias melakukan pembinaan anggotanya sehingga Polri yang seharusnya bias mencegah terjadinya kerusuhan, tetapi justeru menjadi salah satu penyebab utama massa menjadi beringas dan tidak terkendali.
  • Forum Umat Islam Bersatu menuntut aparat keamanan untuk mengusut tuntas kelompok dan actor intelektual di belakang Antonius Richmon Bawengan sebab keresahan massa dan provokasi yang memantik kerusuhan di Temanggung 8 February 2011 semuanya bermula dari kasus Antonius Richmon Bawengan. Bila kelompok dan actor intelektual ini tidak disentuh, sangat patut kuat diduga akan melanjutkan aksi ke daerah-daerah lain.
  • Forum Umat Islam Bersatu membentuk sebuah tim advokasi yang diberi nama TANGKIS (Tim Advokasi dan pelindungan Korban Penistaan Terhadap Islam) dan mengajak seluruh ahli hokum dan advokat untuk bergabung dalam tim ini.
  • Mendesak kepada DPRD temanggung dan atau Bupati Temanggung untuk membentuk Tim Investigasi Independen untuk menuntaskan kasus ini.

Temanggung, 9 Februari 2011-02-10

Taufan Sugianto. S.Pd

Sekretaris